SELAMAT DATANG DI AT TAUFIQALLAH Telah Turunkan Abdi Utama yang Fitroh nan Ikhlas Qualitatif, seorang abdi ALLAH dalam menjalankan hidup dan kehidupannya tentu saja secara layaknya, menjalankan juga Amaliyah yang bebasis Tauhid , Tasauf, Fiqih Ijma dan Qiyas, sehingga Aktifitas hidupnya Pasti, Yakin, Sukses/Selamat, Realistis (pasti & yakin) dan Qualitas bukti Sukses/Selamat.
MANUSIAKunci Hidup : Dzikrullah & Fiqrullah ; Pintu Kehidupan : Sholat
KEUTAMAAN HIDUP DAN KEHIDUPAN MANUSIAALLAH SWT, Yang Maha Hidup telah menyediakan alam kehidupan untuk seluruh makhluk-Nya yang telah diciptakan dan dihidupkan baik yang akan menempati satu alam maupun yang akan menempati dua alam kehidupan
STRUKTUR IBADAHStruktur Ibadah, Ibadah, Pencapaian
KAJIAN TASAWUFDefinisi Tasawuf Istilah "tasawuf" (sufism), yang telah sangat populer digunakan selama berabad-abad, dan sering dengan bermacam-macam arti, berasal dari tiga huruf Arab, sha, wau dan fa. Banyak pendapat tentang alasan atas asalnya dari sha wa fa.
FLOW CHART DZIKRULLAH DAN FIQRULLAHFlow Cart Dzikrullah dan Fiqrullah ( Bagan Alur Dzikrullah dan Fiqrullah
Kumpulan Doa Sehari-hariEbook ini berisi kumpulan doa yang dapat anda pergunakan sehari-hari. Sekedar menjadi pengingat bagi umat muslim bahwa kita masih memiliki tempat mengadu dan meminta pertolongan.
Tujuh Keajaiban Dunia Menurut IslamMenara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?
|
KEUTAMAAN HIDUP DAN KEHIDUPAN MANUSIAALLAH SWT, Yang Maha Hidup telah menyediakan alam kehidupan untuk seluruh makhluk-Nya yang telah diciptakan dan dihidupkan baik yang akan menempati satu alam maupun yang akan menempati dua alam kehidupan, namun demikian manusia yang memiliki dua komponen diri yang terdiri dari komponen diri yang menempati alam bathin yang disebut Insan perangkat ibadahnya yaitu Rasa dan Ruh, dan yang menempati alam lahir disebut Anas perangkat amaliyahnya yaitu Jasmani dan Ragawi, dari dua alam yang telah ALLAH SWT ciptakan, juga seluruh makhlukNya, maka manusia dengan jatidirinya yang berperan sebagai Insan, ditunjuk oleh ALLAH SWT untuk menjadi Khalifah ALLAH dalam mengelola, mengatur dan melaksanakan Hidup dan Kehidupan di dua alam bersama-sama dengan seluruh makhluk ALLAH SWT, jadi keutamaan hidup dan kehidupan Manusia yang berbasis pada Insan dan Anas, senantiasa berjuang untuk mengkaji, memahami, menghayati dan melaksanakan hal-hal sbb :
Kesemuanya yang terurai diatas insya ALLAH, akan dapat dijalankan dengan cara menggunakan Kunci Hidup yaitu Dzikrullah dan Fiqrullah pada Pintu Kehidupan yaitu Sholat Ukhrowi dan Sholat Ragawi (Fardlu dan Sunnat), sehingga hidupnya Insan dengan berbasis pada paling utamaan NURULLAH dan kehidupannya Anas pada keutamaannya NUR MUHAMMAD, yang akan bangkit dari keterpurukan diri manusia yang bertumpu pada ragawi yang anasir-anasirnya terdiri dari mayat-mayat yang berasal dari 4 unsur alam, flora dan fauna, dimana pengendalinya dua unsur nafsu gelap dan negatif, yatu nafsu lawamah yang gelap senantiasa mengedepankan keserakahan, kemalasan dan nafsu amarah yang menampilkan arogansi, curiga, shu’ul jon (negative thinking), kultus diri dengan pola tindak perbuatan yang negatif selalu mengarahkan pada kehancuran dan kerusakan. Aturan ALLAH : Naqli, Aqli, Adi Alat yang dapat memproses aturan Naqli adalah Nuraini yang berbasis pada NUR ALLAH dan NUR MUHAMMAD, kemudian Aqli diproses oleh Aqal yang berbasis pada Rasa dan Ruh, sedangkan Adi pemerosesnya Pikiran berbasis pada nadi dan syaraf, ketiganya ini berintegrasi satu sama lain, tidak dapat terpisah dan dipisahkan. Urutannya terdiri dari Nuraini yang paling utama, Aqal yang utama dan Pikiran yang pertama, Nuraini merupakan sumber aturan utama, Aqal adalah aturan utama sedangkan Pikiran aturan pertama. Hukum Syar’i ALLAH :Al Qur’an, Al Hadist Al Qur’an berisikan keteladanan ALLAH sebagai KHOLIK yang dipresentasi kan kepada seluruh makhluk-Nya, khususnya kepada manusia yang berkondisikan Insan dan bersituasikan Anas, dalam rangka mengelola dan merealisasikan keteladanan pada ALLAH yang telah menciptakan, memelihara dan menumbuh kembangkan daya guna dan hasil guna, agar mengalir-Nya Ma’rifatullah, Mahabatullah dan Mardlotullah, yang merupakan target dan tujuan paling utama, utama dan pertama dalam keutamaan hidup dan kehidupan yang diperjuangkan oleh manusia khususnya serta makhluk ALLAH lain secara keseluruhan, dan ini merupakan wujud yang kafah dalam merealisasikan pengabdian yang totalitas pada ALLAH SWT. Al Hadist keteladanan Nabi Muhammad Rasulullah saw, yang dapat diteladani oleh seluruh umatnya untuk menindak lanjuti perjuangannya sesuai dengan kondisi dan situasi umat, agar dapat meraih target dan tujuan pertama, utama dan paling utama dalam keutamaan hidup dan kehidupan yang Mardlotullah, Mahabatullah dan Ma’rifatullah, melalui pelaksanaan amaliyah yang berqualitas terhadap seluruh makhluk ALLAH SWT, dengan merealisasikan daya guna dan hasil guna produktifitas kinerja, yang akan menghasilkan Kesejahteraan, Kemakmuran dan Keadilan Ketentuan ALLAH : Ihsan, Iman, Islam Ihsan adalah ketentuan ALLAH yang dapat menentukan kepastian mengalirnya NUR ALLAH pada Insan yang ditampung dan diterima oleh Rasa, sehingga Insan dapat melaksanakan peran Khalifatullah fi dunya, dimana insan senantiasa mentaati apa-apa yang diperintahkan, dianjurkan, ditugaskan dan diwajibkan oleh ALLAH SWT. Iman merupakan ketentuan ALLAH yang dapat menentukan keyakinan mengalirnya NUR Muhammad pada Insan yang ditampung dan diterima oleh Ruh, dalam hal ini insan dapat meyakini akan kepatuhan terhadap perintah, anjuran, tugas dan kewajiban dari ALLAH SWT, yang didasarkan pada apa-apa yang telah dicontohkan oleh Pemimpin Umat yaitu Nabi Muhammad Rasululloh saw, Islam adalah ketentuan ALLAH yang dapat menentukan keberhasilan dan keselamatan, Jasmani menerima NUR Ibrahim dan Ragawi menerima NUR Adam, dimana Jasmani dengan berbekal Nur Ibrahim akan menempatkan Anas sebagai pejuang yang berjihadu fi sabilillah, sementara Ragawi dengan basis Nur Adam seringkali mengalami fluktuatif antara perjuangan dan beban dalam menghadapi dan menjalankan kehidupan sehingga kendala internal yang berasal dari Nafsu Amarah dan Lawamah, senantiasa merongrong dan menguasainya. |